20 Oktober 2008

Mandikan Aku Bunda,…

Hari ini,… hmmmm hari terakhir aku puasa di bulan ramadhan ini, Ya Allah akankah aku dapat mengecap kembali Ramadhan-Mu tahun depan?.

Terkadang saya selalu teringat masa- masa dimana kita sedang loss connect dengan Allah, yap kelakuan yang bengal, tidak bersyukur terhadap apapun yang telah dianugerahkan, harta, orang tua, anak, saudara, suami, istri, setelah itu jangan sampai kita mengeluh "apa yang telah saya lakukan?!" atau "kenapa kemarin saya tidak menurut?!" apa gunanya?. Sedikit cerita dari blog sebelah yang mudah- mudahan bisa mengingatkan,…

Mandikan Aku, Bunda

anak_kecil2Saya ingin bertutur tentang seorang sahabat saya. Sebut saja Rani namanya. Semasa kuliah ia tergolong berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi. Sejak awal, sikap dan konsep dirinya sudah jelas : meraih yang terbaik, baik itu dalam bidang akademis maupun bidang profesi yang akan digelutinya.

Ketika Universitas mengirim kami untuk mempelajari Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, di negerinya bunga tulip, beruntung Rani terus melangkah. Sementara saya, lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran dan berpisah dengan seluk beluk hukum dan perundangan.

Beruntung pula, Rani mendapat pendamping yang "setara" dengan dirinya, sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi. Alifya, buah cinta mereka lahir ketika Rani baru saja diangkat sebagai staf Diplomat bertepatan dengan tuntasnya suami Rani meraih PhD. Konon nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah "alif" dan huruf terakhir "ya", jadilah nama yang enak didengar : Alifya.

Tentunya filosofi yang mendasari pemilihan nama ini seindah namanya pula. Ketika Alif, panggilan untuk puteranya itu berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila saja. Frekuensi terbang dari satu kota ke kota lain dan dari satu negara ke negara lain makin meninggi.

Saya pernah bertanya , " Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal ?" Dengan sigap Rani menjawab : " Saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Everything is ok." n itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya walaupun lebih banyak dilimpahkan ke baby sitter betul-betul mengagumkan. Alif tumbuh menjadi anak yang lincah, cerdas dan pengertian.

Kakek neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu tentang ibu-bapaknya. "Contohlah ayah-bunda Alif kalau Alif besar nanti." Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani bertutur disela-sela dongeng menjelang tidurnya. Tidak salah memang. Siapa yang tidak ingin memiliki anak atau cucu yang berhasil dalam bidang akademis dan pekerjaannya.

Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau Alif minta adik. Waktu itu Ia dan suaminya menjelaskan dengan penuh kasih-sayang bahwa kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini "DAPAT MEMAHAMI" orang tuanya. Mengagumkan memang. Alif bukan tipe anak yang suka merengek. Kalau kedua orang tuanya pulang larut, ia jarang sekali ngambek.

Kisah Rani, Alif selalu menyambutnya dengan penuh kebahagiaan. Rani bahkan menyebutnya malaikat kecil. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orang tua sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam hati kecil saya menginginkan anak seperti Alif.

Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby-sitternya. "ALIF INGIN BUNDA MANDIKAN." Ujarnya. Karuan saja Rani yang dari detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, menjadi gusar. Tak urung suaminya turut membujuk agar Alif mau mandi dengan tante Mien, baby-sitternya.

Persitiwa ini berulang sampai hampir sepekan, "BUNDA, MANDIKAN ALIF" begitu setiap pagi. Rani dan suaminya berpikir, mungkin karena Alif sedang dalam masa peralihan ke masa sekolah jadinya agak minta perhatian.

Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. "Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency". Setengah terbang, saya pun ngebut ke UGD. But it was too late. Allah SWT sudah punya rencana lain. Alif, si Malaikat kecil keburu dipanggil pemiliknya.

Rani, bundanya tercinta, yang ketika diberi tahu sedang meresmikan kantor barunya, shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya.

Dan itu memang ia lakukan, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. " INI BUNDA LIF, BUNDA MANDIKAN ALIF " Ucapnya lirih, namun teramat pedih. Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu berkata, " INI SUDAH TAKDIR, IYA KAN ? Aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, dia pergi juga kan ?". Saya diam saja mendengarkan.

" INI KONSEKUENSI SEBUAH PILIHAN." lanjutnya lagi, tetap tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja berbaur aroma bunga kamboja.

Tiba-tiba Rani tertunduk. "Aku ibunya ……………………….!" serunya kemudian, "BANGUNLAH LIF, BUNDA MAU MANDIKAN ALIF. BERI KESEMPATAN BUNDA SEKALI SAJA LIF". Rintihan itu begitu menyayat. Detik berikutnya ia bersimpuh sambil mengais-ngais tanah merah. Air mata kesedihan menyirami pusara Alif, putra satu-satunya.

Nasi telah jadi bubur, yang berlalu tak pernah kembali lagi, penyesalan selalu datang terlambat, menyesal pun nggak akan ada guna,…

I Love You, Mother

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak yang mendapatkan
ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.
Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. si
ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang
dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

OngKos upah membantu ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya
berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang
kertas yang sama.

1) OngKos mengandungmu selama 9bulan- GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu -GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu -GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu -GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu,
memeluknya dan berkata, “Saya Sayang Ibu”.Kemudian si anak mengambil
pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya: “Telah
Dibayar” .
Diriwayatkan seorang telah bertemu
Rasulullah SAW dan bertanya, “Wahai Rasulullah,
siapakah yang paling berhak mendapatkan layanan
istimewa dariku?”
Rasulullah menjawab, “Ibumu”
Kemudian???
Rasulullah menjawab, “Ibumu..”
Kemudian???
Rasulullah menjawab, “Ibumu…..”
Kemudian Rasulullah menjawab, ” Baru Kemudian
ayahmu dan setelah itu saudara-saudara
terdekatmu.”

mother is the best super hero in the world. thank’s mom.

17 Oktober 2008

PCB “Meskipun jelek, it’s made by me!!!”

Kadang kita pengen bikin sesuatu barang custom yang punya kualitas custom (meskipun jelek “it’s made by me !!!”), tapi mentok sama pertanyaan “gimana cara bikinnya?”. Dalam tulisan qu kali ini saya mo bahas gimana caranya bikin custom PCB yang gampang dan bahannya banyak tersedia di toko elektronik (ya iya laah, pasti ditoko elektronik, masa di toko bunga?). seeeep,….

Sekarang kita siapin bahan bahan dan alat yang dibutuhin,…;
  1. ferichloride, (halah,… lupa lagi nulisnya,… pokonya biasa disebut feriklorida), kalo males beli bisa juga pake Porstek™ (pembersih keramik), tapi pake ini agak lama, sebaiknya pake yang pertama aja ya,
  2. Kertas foto (glossy papper), kertas glossy apa aja, yang penting bahan dasarnya kertas (bukan plastik !!!), saya pake DataPrint™ (sory bukan maksut ngiklan, lagian nggak dapet tip juga dari DataPrint™)
  3. Air putih hangat, yang ini air biasa dari Termos™ dicampur air dingin dikit (suam suam kuku),
  4. Printer laser, apapun printernya yang penting laser item, kalo nggak punya (kasiaaaan dech loe!, kayak gue), bisa pake mesin foto copy (kalo nggak punya juga, usaha dong, minta foto copy in kek ke tukang foto copy).
  5. Komputer untuk ngegambar desain pcb yang rumit, lengkap dengan program PCB design-nya. Saya pake program DIPtrace untuk desain pcb nya, gratis juga kalo untuk desain pcb kecil dibawah 250 pin.
  6. Pembersih PCB dan ampelas halus (600/800), bisa pake sabun, bensin, alkohol, kayuputih (inget bilang dulu sama cewek kamu ya, ntar malah ribut gara gara kayuputih nya kamu ambil)
  7. Setrika, ??
  8. Rokok, bagi para perokok
  9. Waktu, bagi orang sibuk
Now, how it is made? Here we go,… Here gene masih bikin PCB sendiri?,… bae we!!!
  1. Bersiin tuh PCB pake ampelas halus dulu, nggak usah diteken ya ngampelasnya ntar abis tembaganya, ampe nggak ada bekas oksidasi aja. Trus bersiin juga pake sabun (di tempat cuci piring) tririskan. Terakhir bersiin pake bensin/ kayuputih. Sisihkan (bungkus pake tissue supaya kering dan nggak kepegang lagi). Hasil ngebersiin sampe kinclong, like this:

100_6615


  1. Bikin desainnya, untuk yang pake komputer kalo udah selesai desainnya langsung di print ya ke kertas foto tentunya (tentukan ketebalan print, pake full aja biar item dan nggak bolong bolong). Untuk yang ngeprint nya pake tangan ato printer inkjet, selesai di print trus di transfer ke foto papper pake foto copy (bilang ke tukang foto copy nya “yang bersih dan tebel ya mas”). Oh ya, ngeprint ke kertas foto HARUS TERBALIK. Like this:
100_6610

  1. Salin ke PCB, tempatkan gambar diatas pcb yang udah dibersiin tadi (inget bagian tembaga yang udah kinclong jangan kepegang, apa lagi kalo tangan mu keringetan, ntar jd oksidasi lagi), kalo posisinya udah bener gencet tu PCB pake setrika (dengan posisi; kertas foto ada di dekat bagian yang panas) kalo bisa alas pcb nya pake kayu yang rata ato di lantai juga boleh, paling enak sih dilantai bekas tempat nyimpen setrika jd lantainya agak panas (supaya si pcb nggak bengkok), ngegencetnya nggak usah lama paling jg 30-60 detik-an sampe kertas nya agak lengket, like this;
100_6621

  1. Angkat setrikanya simpen pcb dilantai lain (yang dingin) dengan posisi kertas foto menghadap bagian yang dingin (saya pake alas alumunium untuk ngedinginnin), lakukan proses 3 dan 4 berulang, yaaa,… 2 kali jg cukup.

100_6623


  1. Dinginkan pcb, coba lihat apakah kertas foto nya rada ngangkat? Kalo iya cabut pelan pelan (sambil diliat ya apakah track nya ikut keangkat ato ngga) kalo kertasnya lengket ke pcb dan susah dibuka, jangan dipaksa, masukkin si pcb ke air hangat sambil di sikat pake sikat gigi yang soft ato pake tangan juga boleh, pelan pelan ya (ntar juga kertasnya ancur)
  2. keringin tuh pcb yang udah ada track nya, jadinya mungkin like this;

100_6628 100_6624

  1. Udah gitu masuk ke proses etching, siapin air hangat di wadah yang seukuran sama pcb (ketinggian bebas, asal tinggi air nggak terlalu banyak) asumsi tinggi air; kalo wadah digoyangkan maka pada posisi tertentu pcb nggak akan terendam. Masukkin ferichloride ke wadah berisi air hangat itu, kocok hingga larut (ngocoknya jangan pake logam ya!)
  2. Masukkin pcb ke wadah yang udah ada larutan ferichloride tadi, like this;

100_6631 100_6630


  1. Goyang- goyang sampe tembaga yang nggak ketutup tinta laser ilang/ bersih.kalo udah, bersiin deh pake air biasa, trus ilangin tinta laser nya pake bensin/ alkohol/ minyak kayuputih dll. Keringkan. like this;

100_6632 100_6634


  1. Bolongin PCB pake bor pcb (untuk yang track nya ada dibawah), untuk yang track nya ada di atas, yaaa,… nggak usah, tempelin aja langsung komponen mu
It’s all done !!!, ada pertanyaan? di comment aja ya,…

Semoga membantu, Kritik dan saran dan ide ditunggu !


 <span >diambil dari:</span><a href="http://danibilabibah.blogspot.com/"><img src="http://feeds.feedburner.com/Danibilabibah.1.gif" /></a>

WARNING !!!
Silahkan kalau mau kopi-paste, tapi mohon pengertiannya untuk mencantumkan sumbernya. Silahkan kopi artikel beserta kode diatas untuk menyertakan link banner ke blog ini. Terimakasih

09 Oktober 2008

Box speaker from Jerigen

Lagi- lagi barang bekas, maklum lah, saya mah cuman orang endonesa. Perangkat audio yang saya miliki dirumah memang nggak sebagus yang orang- orang miliki, selain nggak sanggup beli perangkat audio yang bagus alasan lainnya juga “kalo saya beli yang bagus itu yaaa,…. nggak belajar !” so, ya lets bikin aja yooo,…

Bahannya tentu saja jrigen dan speaker (speaker sebaiknya jangan bikin; agak susah ), bahan dan alat lain, baut, mur, dacroon/ glasswool/ kain/ apa aja (untuk peredam; be creative) jangan terpaku sama glasswool (nggak ada glasswool bisa pake kayu bekas, koran bekas, kain, kapas, kapuk), bor tangan (nggak ada bor tangan juga nggak apa apa, bisa pake paku yang dipanasin).

Let get start,

Pertama, bersiin dulu jeriggen nya sampe bersih (disini saya pake jrigen yang biasa dipake minyak kelapa 5 liter), bersiin pake sabun biar minyaknya ilang, sampe kinclong,

Kedua, ukur speaker yang mau dimasukkin ke jrigen itu (disini saya pake speaker 6 inch; karena kalo yang lebih gede nggak akan muat ke jrigennya & volume jrigen sebenarnya hanya untuk 4 inch speaker),

Ketiga, bolongin deh tu jrigen sesuai ukuran yang tadi kita gambar, inget ngebolonginnya harus lebih kecil dari ukuran, paling tidak diameter gambar dikurangi 1,2 cm, bolongiinnya bisa pake cutter, gergaji triplek, ato pake solder.

Keempat, masukin bahan peredam disekeliling dinding jrigen, jangan sampe penuh/ sampe padat, karena akan mengurangi volume udara didalam jrigen.

Kelima, kasi kabel speaker keluar (tentunya pake solder dan timah), kalo nggak, dibaut dipinggirkan box juga boleh.

Keenam, masukkin tu speaker ke lubangnya (kalo ada sebelumnya kasi lem kaca seluruh pinggiran lubang speaker & tunggu kering lemnya sebelum speaker dimasukkin), baut speakernya sampe pageuh.

Naaah, jadi deh, punya qu jadinya kayak gini:









Gambar at the second line itu amp

bikinan juga,

Ini masih kondisi normal, ntar lain waktu saya posting deh yang udah di modifikasi nya. Tes deh suaranya, oh ya untuk ngilangin suara ngegeber kasi alas box nya pake alas karet, bisa pake sendal jepit dipotong kecil- kecil untuk dijadiin kaki si box (inget, sendal jepitnya yang bekas juga ya, supaya nggak dimarahin sama mama gara- gara sendal jepitnya ilang :grin: )


Lets hear the sound,….


ups… , sory rada cempreng, ada pengurangan resolusi suara waktu nge-recordnya :-) coba punya kamu,….

nggak kalah kan sama yang harganya 400rb-an (emang sih tergantung amplifier nya juga) ntar sy bahas gimana bikin amp, yang lumayan yang tetunya masih mengandung barang bekas.


 <span >diambil dari:</span><a href="http://danibilabibah.blogspot.com/"><img src="http://feeds.feedburner.com/Danibilabibah.1.gif" /></a>

WARNING !!!
Silahkan kalau mau kopi-paste, tapi mohon pengertiannya untuk mencantumkan sumbernya. Silahkan kopi artikel beserta kode diatas untuk menyertakan link banner ke blog ini. Terimakasih

DIY SATA case @ mirror.itb.ac.id

Ini pengalaman paling gila yang pernah saya alami, bikin SATA drive server sampe 8 terabyte, mun

gkin pada ngetawain, karena banyak orang bikin server udah sampe ratusan terabyte (lha ini baru 8 tera aja udah bangga). thats ok :)
tapi ini rakitan saya sendiri, dengan susah payah bikin casing yang bisa muat sampe 32 hardisk (meskipun cuman cukup untuk 30 hdd)

setelah casingnya jadi, 30 hardisk pun dimasukin, repot memang karena casing ini nggak pake drivebay kayak di iklan iklan (maklum susah banget bikin drivebay nya)

Setelah semua hardisk terpasang, tinggal masangin busbar (baca: kabel power), kabel power ini juga dibuat custom supaya enak masangnya.


setelah kabel power terpasang kita siapin otaknya, MoBo dengan brand Supermicro ini lumayan jago, dengan semua perlengkapannya, yang harus diingat adalah “jangan pergunakan casing murahan untuk PC yang powerfull” karena anda akan merusak karya anda sendiri. kalo nggak punya duit untuk beli cassing yang keren (baca;bagus, kokoh, handal, artistik) mendingan bikin dari bekas casing lama, karena casing lama lebih kokoh daripada casing ‘kaleng kerupuk’ hanya saja casing lama punya bentuk yang cupu, be creative bikin casing yang keren. Kalo mau saya juga bisa bantu (promosi diri)
MoBo dan segala pernak perniknya inilah ‘jeroan’ mirror.itb.ac.id

whoooo,… banyak banget tentakel-nya, tentakel- tentakel itu nyolok ke 4 buah SATA card dengan interfaces PCI-X dalam setiap sata card memegang masing masing 8 SATA drive. mereknya masih Supermicro.

naah inilah ke-32 tentakel itu (baca: SATA cable) sebelum dipasang, kasih nomor dulu di setiap tentakel. supaya pas masang nggak bingung. setelah MoBo nya kepasang, sekarang kita naikkin ‘power supply ke atas cassing MoBo, power supply yang dipake sama ’siMonster’ ini semuanya ada 4 buah, pararel setiap 15 hdd pake 1 PSU sebesar 600W enLight, (sssst ternyata itu belum cukup) satu di cassing (untuk MoBo) dan satu lagi khusus untuk fan, extreme-nya dia pake 8 buah super fan 15000rpm (kira-kira) dipasang khusus di casing hdd yang memakan arus listrik 1 amper setiap fan nya, makanya pake 1 PSU juga.

Setelah semuanya dinaikan, baru kita pasang tentakel dan power source-nya, dan,… here we go,….
test, test, satu, dua, tiga,….

Tadaaaaaaa,…. inilah mirror.itb.ac.id atau ftp.itb.ac.id, dengan suara jet nya, suara khas dari dalam NOC, aneh memang, dengan keadaan yang berantakan ini mirror itb pun jadi.

it’s me and ‘The Monster’ ftp.itb.ac.id / mirror.itb.ac.id
alhamdulillah,…


 <span >diambil dari:</span><a href="http://danibilabibah.blogspot.com/"><img src="http://feeds.feedburner.com/Danibilabibah.1.gif" /></a>

WARNING !!!
Silahkan kalau mau kopi-paste, tapi mohon pengertiannya untuk mencantumkan sumbernya. Silahkan kopi artikel beserta kode diatas untuk menyertakan link banner ke blog ini. Terimakasih