13 Agustus 2010

Renungan diri ketika kita masih bisa,...

Marhaban Ya Ramadhan,.


Ditulisan kali ini saya cuman pengen cerita cerita tentang kehidupan saya dan lingkungan ketika menghadapi bulan Ramadhan.
Kejadian ini saya lihat biasanya pas sehari sebelum puasa (selasa), banyaaak sekali orang saling bermaaf maafan  (karena mau puasa, bersihkan hati), ada yang lewat telepon, sms, pesbuk, tuiter, kantor pos, blekberi, macem2 dah pokonya. Mereka sibuk mempersiapkan segala  sesuatunya, menyiapkan kesehatan dengan pergi ke dokter pribadi, belanja berbagai makanan untuk sahur atau berbuka yang tidak sepeti hari hari biasanya, dengan alasan supaya  sahurnya semangat. That's not bad idea,...


Ketika hari hari puasa, pernahkah kita sadar bahwa hari hari itu kita sedang menyombongkan diri? sok gera di pikir sakedik ngangge hate,... ketika kita buka puasa di luar (kadang diwarung soto pinggir jalan, kadang di restoran mahal dengan kaca transparan), belum bedug bunyi dan adzan berkumandang makanan kita sudah siap di santap di depan mata (kadang jam 17.30 makanan itu sudah nongkrong didepan mata) sambil melongo (untuk yang nggak pake blekberi) ada yang sambil sibuk apdet status pesbuk/tuiternya (untuk yang sambil bawa blekberi/ indroidnya). pernah nggak kita lihat ke luar sebentar (hmmm, pasti sering) lihat luar sebelah bawah anda (kadang seorang nenek tua, kadang anak kecil) sudah adakah tajil untuk mereka, dengan sombongnya kita hanya melemparkan uang 1000 ke rantang yang mereka bawa. tanpa sadar saya pun pernah merasakannya.

Saya hanya ingin selalu mengingatkan diri saya sendiri, 'bahwa tidak semua orang  seberuntung anda', bisa mempersiapkan makanan sahur, kadang bagi mereka jangankan  untuk makan sahur untuk minum ketika haus saja mereka ngambil di keran mushola pakai botol  bekas air mineral (yang ini pengalaman :P). saat berbuka bagi anda mungkin hanya ngemil nanti di rumah bari makan besarnya, tapi bagi mereka berbuka dengan uang yang anda lempar ke rantang untuk membeli es teh di plastik itu sudah cukup, malamnya? ya nanti subuh aja.

Ketika berbuka dan dirumah istri /ibu tidak masak seringkali kita marah marah (tajil nya pake marah), lalu pergi keluar untuk cari makan, padahal nabi Muhammad tidak mengajarkannya demikian kan?, coba setelah pulang dari makan di luar anda tanya ibu /istri anda yang tadi anda marahin,... sudah makan kah? coba ingat kembali ketika anda pergi kerja, apa anda ngasih duit buat masak? kalau ya pasti istri /ibu anda sudah makan sekarang. hmmm anda ingat untuk membawakan makanan diluar tadi?

"Mereka" saya sendiri pun seringkali bingung membedakannya yang pasti saya tidak membenarkan pengemis dan tidak juga membenarkan diri sendiri. coba lihat dilingkungan sekitar rumah anda, adakah yang belum punya makanan untuk sahur dan berbuka?





Seringkali kita melupakan Hablumminannass,... dan melupakan arti puasa  yang sebenarnya. apakah dengan begitu kita bisa Habluminallah?

0 comments:

Poskan Komentar

~*~ Maaf, Untuk ngejaga supaya tetep aman komentar anda sebelumnya akan di moderasi dulu, so nggak akan langsung muncul, haturnuhun kangge perhatosannana,...